Toko J Ponsel di Millenium Plaza Diduga Tempat Menadah HP Curian

Kriminal

TOBAPOS.CO — Pengunjung Plaza Millenium diminta ekstra hati-hati untuk membeli handphone bekas di D Ponsel & J Ponsel, diduga membeli dan menjual handphone hasil curian.

Terungkap setelah, Ijun (20) warga Jalan Kapten Muslim Pasar I Setia Luhur, Kel. Dwikora, Kec. Medan Helvetia berhasil menemukan handphone miliknya di J ponsel yang sebelumnya hilang. Namun saat hendak diminta kembali, karyawati toko berinisial W malah meminta uang Rp550 ribu diduga uang ganti rugi.

Merasa keberatan, Ijun ditemani rekannya Iyan mendatangi Polsek Medan Helvetia untuk membuat laporan pengaduan. Kemarin Kamis (4/9/18) sekira pukul 16.30 WIB.

Diungkapkan Ijun, berawal dari chatingan (Komunikasi) dia via Facebook kepada rekannya yang mengatakan Hp milik dia (Ijun) berada di Plaza Millenium Counter Hp J Ponsel. Mendengar hal itu, Ijun ditemani rekannya Iyan lantas mendatang counter hp tersebut di lantai II plaza dengan membawa kotak asli hp Xiaomi J5 miliknya.

Disini, saat Ijun ingin meminta kembali hp miliknya yang sebelumnya hilang, korban malah dimintai uang tebusan sebesar Rp550 ribu sebagaimana diduga ganti rugi sebelumnya pemilik toko membeli dari seorang pelaku pencurian hp miliknya tersebut.

“Aku dimintai uang bang Rp550 ribu biar hp itu bisa aku ambil,” kata Ijun di Polsek Medan Helvetia ditemani Iyan sesaat hendak melaporkan hp miliknya yang sudah ditemukan.

Karena dimintai uang sebesar itu, korban merasa keberatan selanjutnya mendatangi Polsek Medan Helvetia untuk membuat laporan pengaduan. Cepat ditanggapi, polisi berhasil mengamankan seorang karyawati untuk dimintai keterangan polisi.

Berselang waktu terkait masalah itu, seorang pria turunan diduga bos pemilik toko tersebut datang ke Polsek Medan Helvetia diduga untuk menyelesaikan masalah tersebut untuk tidak terjerat hukum.

Menurut Hendro teman Ijun dimintai keterangan mengaku jika bos toko tersebut mengetahui terkait pembelian hp curian tersebut. Pasalnya, saat Hendro menemani Ijan hendak meminta hp dia kembali, sang karyawati menyebutkan jika pada awal hp tersebut dibeli menggunakan uang toko. Dan lagi saat hp tersebut hendak diambil, karyawati W menyebutkan jika harga tebusan hp sebesar Rp550 ribu itu adalah diduga sudah aturan dari bos toko.

“Kalau pas di toko itu bang, si W karyawatinya itu bilang belinya pakai uang toko. Dan kalau harga Rp550 ribu itu juga diduga sudah aturan bosnya bang. Makanya kami minta enggak dikasi,” kata Hendro.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trila Murni dikonfirmasi wartawan menyebutkan kasus tersebut diproses lanjut. “Kita proses lanjut,” jawab Kapolsek via SMS kepada wartawan. (OP. TP-2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *